Mesin CPM untuk Terapi Sendi Bahu

Mesin Continuous Passive Motion (CPM) merupakan alat terapi untuk membantu pasien dalam menggerakkan sendi setelah pasien mengalami trauma atau setelah menjalani operasi sendi.


Mesin Continuous Passive Motion (CPM) merupakan alat terapi untuk membantu pasien dalam menggerakkan sendi setelah pasien mengalami trauma atau menjalani operasi sendi. Mesin CPM digunakan untuk menghindari terjadinya kekakuan sendi pada pasien. Kekakuan sendi dapat disebabkan karena pasien yang telah menjalani operasi sendi enggan menggerakan sendinya akibat rasa nyeri.

Perancangan mesin CPM yang akan dilakukan memiliki gerak secara fleksi dan  horisontal abduksi. Dimana sudut pergerakan secara fleksi adalah 20º – 120º, sedangakan sudut pergerkan secara horisontal abduksi adalah 0º – 80º.

Mesin CPM ini menggunakan rangkaian roda gigi yang digunakan untuk meningkatkan torsi dari motor. Roda gigi merupakan dua buah silinder yang saling bersinggungan dan ketika salah satu silinder diputar maka silinder yang lain akan ikut berputar berlawanan arah. Sensor rotary encoder dimanfaatkan sebagai alat pendeteksi kecepatan putar dari motor dan pendeteksi perubahan sudut dari gerak putar. Sensor rotary encoder sendiri tersusun atas dua komponen, yaitu piringan pencacah dan optocoupler.

Kecepatan gerak dari mesin CPM ini dikontrol dengan PID, sehingga kecepatan gerak dari alat dapat dipertahankan. Keluaran dari kontrol PID merupakan nilai Pulse Width Modulation (PWM) yang digunakan untuk mengatur kecepatan putar dari motor DC. Pilihan kecepatan pergerakan dari mesin CPM adalah 1 RPM, 2 RPM, dan 3 RPM.

Mesin yang telah berhasil dibuat ini memiliki 2 mode pergerakan, yakni: mode manual dan mode preset. Pada mode preset, alat dapat diatur pergerakannya secara fleksi (mode 1), horisontal abduksi (mode 2), dan mode simpan posisi (mode 3).

Bookmark the permalink.

Comments are closed