Mengapa Teknik Biomedis?

Teknik Biomedis adalah suatu bidang yang menerapkan berbagai metode rekayasa, sains, dan teknologi dalam menyelesaikan persoalan kedokteran dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

Bidang ini telah berkembang dengan pesat di negara-negara maju sejak lebih dari 50 tahun yang lalu, menciptakan kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian khusus dalam bidang instrumentasi dan peralatan kedokteran, pengolahan data dan citra medis, hingga pengembangan sistem informasi kesehatan.

Sistem Biomedis memberikan dukungan bagi para profesional medis dalam melakukan prosedur medis termasuk pengumpulan data, analisis, diagnosis, dan terapi. Untuk mengembangkan bidang lintas disiplin ini, diperlukan ilmu dan teknik dasar, termasuk dasar elektronika dan lanjutan, komputer, anatomi dan fisiologi, fisika biomedika, transduser biomedis dan instrumentasi, serta desain sistem biomedis.

conferenceTeknik Biomedis mengadakan konferensi internasional secara rutin setiap tahunnya. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah:

  • International Conference of Instrumentation, Communications, Information Technology and Biomedical Engineering (ICICI-BME) 2011, 2013, dan 2014, serta
  • International Conference on Women’s Health in Science and Engineering (WiSE-Health) 2012.

Teknik Biomedis di Indonesia

Sebagai pelopor pendidikan teknik biomedis di Indonesia, Program Studi Teknik Biomedis ITB menawarkan pengalaman akademik, aktivitas riset, dan kerja sama antar bidang ilmu yang didukung oleh staf pengajar yang berkualitas. Program Studi Teknik Biomedis ITB bertujuan memberikan landasan teori, latihan, dan praktek penelitian sehingga menghasilkan lulusan yang mampu menguasai bidang multidisiplin ini.

Selain mengikuti dan mengembangkan IPTEK secara global, Indonesia memiliki peluang besar menjadi pusat unggulan dalam memanfaatkan sumber daya tropis dan menangani penyakit tropis. Teknik Biomedis menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang menguasai dan mengembangkan:

  • Peralatan dan metoda (biomedika) baru,
  • Teknologi nano dan molecular, dan
  • Teknologi untuk deteksi dini.

Dipandang dari pekerjaan yang akan ditekuni, secara umum terdapat tiga area (domain) yang terkait secara langsung dengan keahlian di bidang Teknik Biomedis, yakni:

  1. sebagai ahli di bidang klinis dalam kegiatan pelayanan kesehatan (clinical engineer),
  2. sebagai desainer di industri perangkat biomedika (biomedical design engineer), dan
  3. sebagai peneliti di dunia akademik (research scientist).

Keahlian Teknik Biomedis pada area 1 dan 2 pada umumnya berkaitan dengan kemampuan untuk menghadapi berbagai hambatan di lapangan (problem solver) dan memberikan berbagai pilihan solusi yang tepat. Pada area kegiatan pelayanan kesehatan, keahlian Teknik Biomedis seringkali dibutuhkan untuk membantu melakukan pemilihan, uji performa, dan menyusun prosedur pemeliharaan dari berbagai peralatan kesehatan. Keahlian Teknik Biomedis pada area 2 pada umumnya terkait dengan pengembangan perangkat di industri (technological entrepreneur), sedangkan individu di area 3 lebih banyak berhadapan dengan tantangan untuk melakukan penelitian dan eksplorasi dari berbagai konsep yang dapat dimanfaatkan dalam bidang ini.

Kegiatan di bidang pemerintahan, walaupun tidak terkait secara langsung, sangat membutuhkan dukungan keahlian Teknik Biomedis dalam menyusun berbagai kebijakan dan peraturan di bidang kesehatan terutama terkait dengan izin penggunaan alat kesehatan dan prosedur keamanan pasien (safety standards).

Comments are closed